Curhat, kalo nggak salah sih kepanjangannya curahan hati, bisa sesuatu yang menyenangkan, bisa juga sesuatu yang kurang menyenangkan. Tempat curhat biasanya adalah teman dekat, keluarga atau mungkin juga pacar. It’s not the best place to share, for me (for some case) …
Saya sendiri suka curhat tentang pengalaman maupun tentang keseharian saya. Tetapi untuk ketiga tempat diatas bisa dibilang jarang, hanya untuk kasus-kasus tertentu saja. Saya lebih suka menulis pengalaman saya dan saya post di blog ini. Kenapa saya lebih memilih blog?
Saya ingat waktu SMP, dimana waktu itu saya sedang mengikuti ekstrakurikuler Pramuka. Saya ikut dalam sebuah permainan dari kakak Pembina. Saya disuruh membaca sebuah pesan dari kakak Pembina, kemudian pesan itu harus disampaikan ke teman saya yang lain, teman saya itu juga harus menyampaikan kepada teman saya yang lain lagi, begitu seterusnya sampai ada 5-6 orang. Saat orang terakhir ditanya lagi oleh kakak Pembina, ternyata isi pesannya sudah berbeda.
Apa hubungan curhat dengan cerita diatas?
Kebanyakan, orang yang bercerita itu suka melebih-lebihkan cerita dengan berbagai maksud. Istilah nge-trend nya sih LEBAY. Sehingga informasi yang diperoleh oleh orang yang dicurhati kadang berbeda dengan kenyataan. Dengan alasan itulah saya lebih memilih menulis diblog, sekalian saya buat seperti kisah sinetron di tipi, dengan tambahan sedikit canda, dan saya masukkan dalam kategori LIFE STORY, jadi jangan komplain toh ini hanya cerita hidup .., ya nggak.