Saya disini tidak ingin membicarakan masalah Politik yang sekarang ini sedang gegap gempita dengan berbagai kasus, hanya saja tulisan I Made Wiryana dalam InfoLinux edisi 07/2010 cukup menggelitik saya.
..ada proyek TI yang mengharuskan perusahaan pelaksananya menggunakan perangkat lunak proprietary ..
Saat membaca quote tersebut dalam hati saya berharap bukan proyeknya kominfo, tetapi setelah saya membaca keseluruhan sayapun dipaksa untuk kecewa karena benar proyek tersebut ada di kominfo. Padahal kominfo sendiri adalah motor dari gerakan IGOS.
Jika proyek tersebut untuk kepentingan rakyat dan dibuat dengan software propierty, maka ujung-ujungnya layanan tersebut nantinya juga akan berbayar. Lebih konyolnya lagi jika proyek tersebut menggunakan uang rakyat. Uang dari rakyat - Proyek pake uang rakyat – rakyat make harus bayar. Gimana urusannya …
