Saya ini termasuk “petirom” alias Pemuda Tidak Romantis, seumur hidup saya baru sekali memberi bunga kepada seorang cewek. Membuat surprise ulang tahun pun juga baru sekali. Menyedihkan? Bagi saya tidak … Saya termasuk orang yang cuek dengan hari spesial seperti valentine, malam minggu atau bahkan hari ulang tahun. Untung saja, GF termasuk orang yang tabah (dalam hati menangis.. T_T).
Dari kecil saya tidak dididik untuk itu, tuker-tukeran coklat waktu valentine, ngasih bunga sebagai tanda kasih sayang, atau pergi berdua saat malam minggu. Tidak ada dalam benak saya waktu itu. Yang ada hanya bagaimana supaya saya bisa membeli sepatu baru saat sepatu lama sudah tidak bisa dipakai. Membeli buku baru saat tahun ajaran baru, bagaimana bisa membeli baju saat lebaran. It’s a little thing .. for now, but not for some years ago on my life.
Saya melihat Romantis itu dari sudut yang berbeda, sudut yang mungkin hanya segelintir orang berada disana. Sudut yang bagi beberapa orang adalah suatu tempat yang tidak layak untuk didekati.
Teman saya ,@adharengga di twitter pernah membuat sebuah status begini;
Kalau dia mencintaimu tidak hanya saat kau tanpa busana tapi jg saat kau tanpa harta, maka kau telah menemukan cinta sejati.
Sekilas hal itu lucu, tetapi saya melihatnya sebagai sebuah status yang sangat kuat akan pesan. Mungkin ada yang berpikir saya idealis, tidak berpikir dengan akal sehat, hidup dalam angan-angan. Yeah, maybe , whatever you say …
Saat melihatnya memasak sarden didapur, makan bareng dengan penuh kesederhanaan, that’s so rimantic for me, remember this for me..