Anda di sini
Home > Baru Tahu > Helm Pelindung Kepala Manusia

Helm Pelindung Kepala Manusia

helm pelindung

Sudah pernah dapat sanksi tilang oleh polisi karena tidak pakai helm saat berkendara di jalan raya ? Di negara Indonesia dan hampir di seluruh dunia mewajibkan masyarakat nya harus mengunakan helm pelindung. Penggunaan helm sebagai pelindung sangat penting dalam berkendara di jalan raya, untuk melindungi seluruh bagian kepala manusia dari benturan

Penggunaan helm sebagai pelindung kepala manusia sudah mulai digunakan pada zaman Yunani kuno, pada zaman ini helm digunakan sebagai alat pelindung perang pelengkap baju zirah (Baju Besi) . peran helm sebagai pelindung kepala manusia sangat penting untuk tentara perang untuk melindungi kepala manusia dari senjata musuh, melindungi kepala manusia dari tebasan senjata lawan dan anak panah lawan.

Baca : Gravitasi Menarik Benda Ke Bawah, Kenapa Asap Naik Ke Atas?

Untuk kebutuhan senjata perang helm yang sebelum nya digunakan untuk melindungi kepala manusia dari tebasan senjata dan anak panah, juga di gunakan untuk melindungi kepada dari bidikan peluru senjata berkecepatan rendah ( Senapan Kopak ) sekitar abad ke 14 – abad ke 17.

Pada perang dunia pertama, penggunaan artileri berat sangat ramai digunakan. Penggunaan helm berfungsi untuk mengurangi korban terkena serpihan bom Scharpnel ternyata sangat efektif untuk mengurangi korban perang. Oleh karena nya, Helm sebagai alat pelindung yang wajib digunakan pada perang Dunia pertama. Kemudian pada Perang Dunia ke-dua, militer negara Jerman mengunakan helm pelindung dengan perubahan pada bahan dan disain helm khusus tentara perang Nazi.

Kini kita banyak menjumpai penggunaan helm sebagai pelindung kepala manusia untuk kegiatan lain nya, saat berkendara, ber-olahraga, pekerjaan proyek , aktivitas pertambangan, dan kegiatan lain nya. Semua helm berusaha melindungi kepala manusia pengguna dengan menyerap energi mekanik dan melindungi dari penetrasi. Struktur dan kapasitas protektif mereka berubah dalam dampak berenergi tinggi. Selain kemampuan penyerapan energi, volume dan berat juga merupakan isu penting, karena volume dan berat badan yang lebih tinggi meningkatkan risiko cedera pada kepala manusia dan leher pengguna. Helm anatomis yang disesuaikan dengan struktur kepala manusia bagian dalam ditemukan oleh ahli bedah saraf pada akhir abad ke-20.

Baca juga : suka mendengarkan musik di radio, ini dia sang penemu radio !!!

Helm yang digunakan untuk berbagai keperluan memiliki desain yang berbeda. Misalnya, helm sepeda harus melindungi terhadap kekuatan benturan tumpul dari kepala manusia pemakainya yang menabrak jalan. Helm yang dirancang untuk panjat tebing harus melindungi dari dampak yang berat, dan melawan benda-benda seperti batu kecil dan peralatan pendakian yang jatuh dari atas. Keprihatinan praktis juga mendikte desain helm, helm sepeda harus berbentuk aerodinamis dan ber-ventilasi baik, sementara helm panjat tebing harus ringan dan kecil sehingga tidak mengganggu pendakian.

Beberapa helm pelindung kepala memiliki elemen pelindung lain yang menyertainya, seperti pelindung  wajah atau kacamata atau sangkar wajah , atau sangkar telinga  atau sangkutan telinga dan bentuk tutup kepala manusia pelindung lainya , dan sistem komunikasi.Helm sport mungkin memiliki pelindung wajah logam terpadu ( face cage ).

 

Leave a Reply

Top