Anda di sini
Home > Baru Tahu > Kenapa Burung Pelatuk Tidak Pusing Saat Mematuk Pohon

Kenapa Burung Pelatuk Tidak Pusing Saat Mematuk Pohon

Burung Pelatuk Tidak Pusing Saat Mematuk Pohon

Anda pernah menonton karakter kartun Woody Woodpecker? Karakter Woody sendiri adalah seekor burung pelatuk yang memiliki keunikan tersendiri berkat bunyi tawa yang sangat unik. Hobi dari Woody sendiri tidak berbeda dengan burung pelatuk lainnya, yaitu mematuk pohon.Pertanyaannya adalah dengan mematuk-matuk pohon terutama dilakukan berulang-ulang, apakah burung pelatuk tidak pusing saat mematuk pohon?

Baca juga : Terbentuk Nya Warkop DKI, Ada yang Sudah Tau ?

Kebiasaan mematuk pohon tersebut tentu saja itu mirip dengan membentur-benturkan kepala yang bisa berpengaruh terhadap otak. Berdasarkan penelitian setidaknya burung pelatuk membentur kepalanya 20 kali tiap detik. Burung pelatuk jantan melakukan benturan sebanyak 20.000 kali selama musim kawin.

Selidik punya selidik ternyata hal tersebut tidak membuat burung pelatuk pusing adalah karena memiliki pelindung ekstra di kelapa. Burung pelatuk ternyata dilindungi oleh otot, tulang dan kelopak matanya ketika sedang mematuk. Terlebih lagi otot leher milik burung pelatuk ternyata sangat padat dan kuat, jadi cara kerja otot ekstra pada kepala burung pelatuk bekerja seperti halnya sebuah helm pelindung kepala.

Baca juga : Suka mendengarkan musik di radio, ini dia sang penemu radio !!!

Lebih jelasnya lagi otot kepala dan tulang kepala burung pelatuk mampu meredam benturan yang terjadi ke otak langsung saat sedang mematuk pohon. Hal tersebut membuat tidak ada guncangan yang terjadi didalam kepala burung tersebut terutama pada bagian otak. Kontraksi otot di kepala burung ini selalu bereaksi setiap sepermilidetik sebelum akan mematuk. Hal ini lah yang kemudian membuat kepala burung pelatuk tidak pusing saat mematuk pohon.

Bagaimana? anda sekarang tentu sudah tahu.Sebagai informasi tambahan tersediri disebut kebiasaan mematuk ini memiliki tiga tujuan. Yang pertama adalah karena burung mencari dan memakan serangga dewasa, telur dan larva, dan hewan invertebrata lainnya yang tinggal di dalam atau di bawah kulit kayu dan di kayu pohon. Yang kedua adalah mereka membuat lubang di pohon mati atau sekarat sebagai tempat bersarang. Alasan ketiga adalah untuk komunikasi. Pelatuk mendeklarasikan wilayah mereka dan mencari pasangan dengan apa yang disebut “drum”.

Leave a Reply

Top