Anda di sini
Home > Baru Tahu > Sejarah Bulutangkis dan Perkembangan Bulutangkis Di Indonesia

Sejarah Bulutangkis dan Perkembangan Bulutangkis Di Indonesia

Bulu Tangkis

Sejarah Bulutangkis temukan melalui Sebuah permainan yang mirip bulutangkis dikenal di Yunani dan Mesir kuno – permainan yang disebut battledore dan shuttlecock – di mana dua pemain memukul shuttlecock berbulu maju mundur dengan raket kecil. Permainan Bulutangkis dimainkan di India selama abad ke-18, pada saat itu disebut “Poona”. Pada 1860-an itu diadopsi oleh perwira Angkatan Darat Inggris yang ditempatkan di India. Para perwira mengambil permainan kembali ke Inggris, di mana ia menjadi sukses di pesta yang diberikan oleh Duke of Beaufort pada tahun 1873 di real-nya yang disebut “Badminton” di Gloucestershire.

Baca juga : 5 Negara Dengan Trofi Piala Dunia Terbanyak

Variasi Badminton yang baru-baru ini dikembangkan, Speed Badminton atau Speedminton, dimainkan tanpa jaring, dan mulai populer, terutama di Jerman. Di Indonesia, badminton dikenal juga sebagai bulutangkis. Perkembangan bulutangkis di Indonesia terkait dengan adanya kesadaran bahwa olahraga dapat membawa nama harum bangsa Indonesia di dunia. Oleh karenanya mulailah didirikan berbagai perkumpulan.

Di Jakarta, berdiri perkumpulan bulu tangkis yakni Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) pada tanggal 20 januari 1947. PORI Pusat pada saat itu berkedudukan di Yogyakarta. Ketua pertama PORI adalah Tri Tjondokusumo. Pada zaman Belanda, persatuan bulutangkis tersebut dinamakan BBL (Bataviasche Badminton Leaque) yang kemudian di lebur menjadi BBU (Bataviasche Badminton Unie ). BBU secara umum diikuti oleh orang-orang keturunan Tionghoa yang mempunyai kesadaran nasional tinggi. Lalu, mereka mengubah BBU menjadi Perbad (Persatuan Badminton Djakarta) yang diketuai oleh Tjoang Seng Tiang.

Pada tahun 1949 Perbat bertukar pikiran dengan para tokoh bulu tangkis Indonesia, antara lain Sudirman Liem Soei Liong, E. Sumantri, Ramli Rakin, Ang Bok Sun, dan Khow Dji Hoe. Pada 5 mei 1951 dibentuk Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Indonesia mulai masuk secara resmi di IBF pada tahun 1953.Indonesia mengikuti piala Thomas tahun 1957-1958. Pada tahun 1950-an, bulutangkis sudah menjadi permainan tingkat nasional dan dimainkan diseluruh kota di Indonesia, khususnya di Sumatera, jawa, Sulawesi, dan Kalimantan. Penyebaran bulutangkis di tanah air, antara lain dapat dilihat dalam pekan olahraga nasional (PON) I di Surakarta tahun 1948 Di jawa barat, selain Bandung, Tasikmalaya, dan Cirebon.

Baca juga : Peraturan Sepakbola Asal Mula Menang 3 Seri 1

Olah raga ini menjadi olah raga Olimpiade Musim Panas di Olimpiade Barcelona tahun 1992. Indonesia dan Korea Selatan sama-sama memperoleh masing-masing dua medali emas tahun itu. Perkembangan Bulutangkis di Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan bangsa Indonesia, sejak masa sebelum revolusi fisik, gerakan kemerdekaan, sampai dengan periode pembangunan masa orde baru dewasa ini. Beberapa orang Belanda membawa jenis cabang olahraga ini, serta pelajar-pelajar Indonesia yang pulang belajar dari luar negeri, dengan cepat menjadikan cabang olahraga ini digemari masyarakat.

Leave a Reply

Top